Perintah pelaksanaan aqiqah merupakan perintah yang dihukumi sunnah muakadah bagi sang penanggung nafkah anak. Untuk melaksanakan aqiqah sudah pasti kita harus mempersiapkan hewan sembelihan aqiqah. Dan hewan sembelihan aqiqah menurut sebagian besar ulama yang sah dan dianjurkan adalah kambing atau domba.

Domba dan kambing sebenarnya merupakan hewan yang serupa tetapi tidak sama. Perbedaan domba dan kambing hanya terletak pada penampakan tubuhnya dan sifat-sifatnya. Berdasarkan kedua perbedaan tersebut, maka kedua hewan ruminansia kecil ini dibedakan menjadi domba dan kambing. Berdasarkan penampakan tubuh luarnya, domba memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan pada kambing tubuhnya lebih ramping.

Domba memiliki bulu yang tebal, sedangkan pada kambing bulunya lebih tipis dan halus sehingga apabila dilihat sepintas nampak tidak berbulu. Domba pada umumnya memiliki tanduk yang berbentuk segitiga, membelit, atau spiral, sedangkan pada kambing tanduknya berbentuk pipih. Bangsa domba umumnya tidak berjenggot, sedangkan kambing pada umumnya berjenggot.

Berdasarkan sifat-sifatnya, domba memiliki sifat lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan tidak bersifat liar. Hal ini berlainan dengan ternak kambing yang lebih suka hidup bebas dan bersifat liar walaupun mudah dijinakkan. Kambing akan mudah menjadi liar kembali apabila mendapat kesempatan hidup bebas. Kambing mempunyai kemampuan membela diri dan suka berkelahi sehingga seringkali dijadikan hewan aduan.

Untuk tujuan sembelihan aqiqah, kambing pilihan haruslah yang sehat dan memenuhi tuntunan agama Islam. Berikut ini tips memilih kambing yang sehat :

  1. Hewan aqiqah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan.
  2. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  3. Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  4. Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  5. Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  6. Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  7. Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  8. Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  9. Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.
WhatsApp chat